PERKEMBANGAN KOGNITIF
Tujuan
: Setelah
membaca pokok pembahasan tentang perkembangan kognitif maka diharapkan pembaca
:
1. Mampu menjelaskan pengertian kognitif.
2. Mampu menjelaskan perkembangan kognitif.
3. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar perkembangan manusia.
4. Mampu menjelaskan Teori Piaget tentang perkembangan kognitif.
5. Mampu menjelaskan Ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan perkembangan kognitif.
6. Mampu menerapkan ke dalam RPP dan pelaksanaan dalam pengajaran dikelas.
1. Mampu menjelaskan pengertian kognitif.
2. Mampu menjelaskan perkembangan kognitif.
3. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar perkembangan manusia.
4. Mampu menjelaskan Teori Piaget tentang perkembangan kognitif.
5. Mampu menjelaskan Ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan perkembangan kognitif.
6. Mampu menerapkan ke dalam RPP dan pelaksanaan dalam pengajaran dikelas.
1. Pengertian Kognitif
Pengertian
kognitif secara etimologi, kognitif atau kognisi berasal dari bahasa
latin ‘cognoscere’ yang artinya mengetahui. Kognisi dapat diartikan sebagai
pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan utuk memperoleh pengetahuan.
Pengertian
kognitif secara terminologi, kognitif adalah gejala bagaimana
cara manusia memperoleh pengetahuan atau untuk menggunakan pengetahuan.
2. Perkembangan Kognitif
Perkembangan
kognitif merupakan perinsip-perinsip
umum perkembangan dan kemudian berfokus pada perubahan-perubahan dalam
pemikiran dan penalaran. Perkembangan kognitif pada anak dapat dibedakan
menjadi 2 :
a.Anak-anak ( usia Sekolah Dasar)
Pada anak sekitar usia Sekolah Dasar,
aktivitas mental anak terfokus pada objek yang nyata atau pada berbagai
kejadian yang pernah dialaminya. Ini bararti bahwa anak usia sekolah dasar
sudah memiliki kemampuan berpikir melalui urutan sebab-akibat.
Dalam memahami alam sekitarnya,
mereka tidak lagi mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indranya,
karena mereka mulai memiliki kemamapuan untuk membedakan apa yamg tampak oleh
mata dengan kenyataan yang sesungguhnya. Menurut Piaget, anak pada masa ini
telah mampu menyadari konservasi (kemampuan anak untuk berhubungan dengan aspek
yang berbeda), karena anak telah mengembangkan tiga macam proses, yaitu :
Negasi (Negation), Hubungan timbal balik (Resipsokasi), dan Identitas.
b. Remaja (SMP dan SMA)
Secara umum, karakteristik perkembangan usia remaja
ditandai dengan kemampuan berpikir secara abstrak dan hipotesis, sehingga ia
mampu memikirkan sesuatu yang akan atau mungkin terjadi, sesuatu yang
abstrak. Remaja
dapat mangintegrasikan apa yang telah mereka pelajari dengan tantangan di masa
mendatang dan membuat rencana untuk masa depan. Mereka juga sudah mampu
berpikir secara sistematik, mampu berpikir dalam kerangka apa yang mungkin
terjadi, bukan hanya apa yang terjadi.
3. Prinsip-prinsip Dasar
Perkembangan Manusia
Prinsip umum
yang tampaknya berlaku untuk setiap ranah perkembangan adalah (Ellis,2008):
a.
Urutan perkembangan sedikit banyak dapat diramalkan.
Perkembangan
manusia seringkali dicirikan oleh tonggak perkembangan perilaku-perilaku
baru yang semakin kompeks seiring meningkatnya tahap perkembangan yang muncul
dalam urutan yang dapat diramalkan.
Contoh: Anak-anak
lazimnya mulai belajar berjalan hanya setelah meraka mampu berdiri dan
merangkak.
b.
Anak-anak berkembang dalam kecepatan yang berbeda.
Penentuan
perkiraan usia saat anak mampu melakukan perilaku tertentu atau berpikir dengan
cara tertentu memungkinkan kita membuat ramalan umum mengenai
kemampuan-kemampuan anak pada tingkat usia tertentu.
Contoh: Anak
pada umumnya dapat menggambar bujur sangkar dan bentuk-bentuk segitiga pada
usia tiga tahun.
c.
Perkembangan itu terkadang terjadi dengan cepat, terkadang juga lambat.
Perkembangan tidak terjadi dalam
kecepatan yang konstan. Suatu pertumbuhan yang relatif cepat (spurt) dapat
diselingi dengan pertumbuhan yang lambat (plateau).
Contoh: Anak-anak ungkin berbicara
dengan kosakata yang terbatas dan “kalimat-kalimat” satu kata selama beberapa
bulan, namun pada usia sekitar dua tahun, terkadang muncul “ledakan” penggunaan
bahasa.
d.
Faktor hereditas (keturunan), dalam batas-batas tertentu, mempengaruhi perkembangan.
Hampir semua
aspek perkembangan seorang anak dipengaruhi secara langsung ataupun tidak
langsung oleh susunan genetis anak yang bersangkutan. Meski demikian, tidak
semua karakteristik turunan tersebut tampak pada waktu kelahiran.hereditas
terus mempengaruhi perkembangan anak sepanjang proses kematangan
(maturation),yakni mulai berkembangnya perubahan-perubahan yang dikontrol
secara genetis ketika anak berkembang.
Contoh:
Keterampailan-keterampilan motorik seperti berjalan,berlari dan meloncat.
e.
Faktor-faktor lingkungan juga memberikan kontribusi yang penting terhadap perkembangan.
Kondisi-kondisi lingkungan bahkan
dapat mempengaruhi karakteristik- karakteristik yang sebagian besar
dikendalikan oleh faktor hereditas.
Contoh: Sekalipun tinggi badan dan
bentuk tubuh merupakan karakteristik yang diwariskan, kadar gizi dalam makanan
yang disantap anak akan mempengaruhi tinggi dan bentuk tubuh spesifik yang
akhirnya dicapai si anak.
f.
Sebagian besar pembelajara kemungkinan melibatkan perubahan-perubahan di neuron dan sinapsis.
Secara spesifik, pembelajaran
seringkali melibatkan penguatan sinapsis yang telah ada atau pembentukan
sinapsis baru. Dalam sejumlah kasus, kemajuan belajar justru melibatkan
pemusnahan sinapsis. Pembelajaran yang efektif mengharuskan seseorang tidak
hanya memikirkan dan melakukan hal-hal tertentu, namun juga tidak
memikirkan dan melakukan hal –hal yang lain, dengan kata lain orang yang
bersangkutan menghambat kecenderungan untuk berpikir atau berperilaku dalam
cara-cara tertentu.
g.
Perubahan-perubahan perkembangan yang
terjadi di otak memungkinkan terjadinya proses
berpikir yang semakin kompleks dan efesien.
Para ahli bersepkulasi bahwa melalui
produksi sinapsis secara besar-besaran pada masa-masa awal kehidupan, anak-anak
memiliki potensi untuk beradaptasi diberbagai kondisi dan situasi. Saat mereka
menjumpai pengalaman yang berbeda-beda, sejumlah sinapsis menjadi sangat
berguna dan digunakan berulang-ulang.Sinapsis-sinapsis lain cenderung tidak berguna
dan akhirnya memudar dalam suatu proses yang disebut pemangkasan sinaptik.
Pemangkasan sinaptik adalah sebuah hal yang baik Karena melenyapkan sinaptik
‘pengganggu” yang tidak konsisten dengan peristiwa-pweristiwa dan pola-pola
perilaku yang lazim terjadi.
h.
Banyak bagian otak bekerja sama secara harmonis untuk memudahkan terjadinya proses berpikir dan berperilaku yang rumit.
Dalam batas-batas tertentu , belahan
otak kiri dan kanan atau hemissssfer, dikorteks memiliki fungsi yang khas yang
berbeda. Pada sebagian besar orang mungkin (80%) orang, hemisfer kiri berperan
penting dalam bahasa dan pemikiran logis, sedangkan hemisfer kananlebih dominan
dalam tugas-tugas visualdan spasial.
i.
Otak tetap mampu beradaptasi seumur hidup manusia.
Berdasarkan sudut pandang
fisiologis, kemampuan otak untuk beradaptasi
terhadap perubahan keadaan dengan kata lain , kemampuan otak untuk
belajar berlanjut sepanjang rentang hidup manusia. Masa tahun-tahun awal memang
merupakan masa-masa penting bagi perkembangan, namun tak kalah pentingnya
adalah masa-masa sesudahnya. Tidak ada satupun waktu “terbaik” atau
satu-satunya waktu” untuk mempelajari sebagian topic dan keterampilan.
4. Teori Piaget tentang Perkembangan Kognitif.
Asumsi-asumsi
dasar Piaget (Ellis,2008):
Piaget
memperkenalkan sejumlah ide dan konsep untuk mendeskripsikan dan menjelaskan
perubahan-perubahan dalam pemikiran logis yang diamatinya pada anak-anak dan
orang dewasa.
a.
Anak-anak adalah pembelajaran yang aktif dan termotivasi.
Piaget meyakini
bahwa anak-anak secara alami memiliki keterkaitan terhadap dunia dan secara
aktif mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami dunia tersebut.
Contoh:
anak-anak terus menerus bereksperimen dengan objek-objek yang mereka jumpai.
b.
Anak-anak mengkonstruksi pengetahuan mereka berdasarkan pengalaman.
Anak-anak tidak
hanya sekedar mengumpulkan hal-hal yang telah mereka pelajari menjadi suatu
koleksi fakta-fakta yang terisolasi. Mereka menggabungkan pengalaman-pengalaman
mereka menjadi suatu pandanagan terintegrasi mengenai cara kerja dunia
disekitar mereka.
Contoh: Melalui
pengamatan bahwa makanan, mainan, dan objek-objek lain selalu jatuh kebawah
(tidak pernah keatas) ketika dijatuhkan , anak-anak mulai membentuk pemahaman
dasar mengenai gravitasi.
c.
Anak-anak belajar melalui dua proses yang saling melengkapi, asimilasi dan akomodasi.
Piaget
mengemukakan bahwa pembelajaran dan perkembangan kognitif terjadi sebagai hasil
dua proses yang komplementer (yang saling melengkapi) yaitu asimilasi dan
akomodasi.
Asimilasi adalah proses
merespon suatu peristiwa baru secara konsisten denagan rancangan yang telah
dimiliki.
Contoh: seorang
bayi yang suka memasukkan suatu benda atau mainannya ke dalam mulutnya.
Akomodasi adalah proses
merespons suatu peristiwa baru dengan memodifikasi suatu rancangan yang telah
ada atau dengan membentuk suatu rancangan baru.
Contoh: seorang
bayi harus membuka mulutnya lebih lebar dari biasanya untuk memasukkan suatu
benda atau mainannya ke dalam mulutnya yang lebih besar.
d.
Interaksi anak dengan lingkungan fisik dan social adalah factor yang sangat penting bagi perkembangan kognitif.
Dalam pandangan
piaget, interaksi sosial juga sama pentingnya bagi perkembangan kognitif.
Melalui interaksi dengan orang lain yang menyenangkan (seperti percakapan)
maupun yang tidak menyenangkan (seperti pertengkaran). Anak-anak yang masih
belia secara bertahap menyadari bahwa individu-individu yang berbeda akan
memandang hal-hal yang berbeda dan
pandangan-pandngan mereka tentang dunia belum tentu akurat atau logis.
e.
Proses ekuilibrasi mendorong kemajuan kearah kemampuan berpikir yang semakin
kompleks.
Ekuilibrasi adalah
pergerakkan ekuilibrium ke dissekuilibrium dan kembali lagi ke ekuilibrium ,
yaitu suatu proses yang mendorong perkembangan pikiran dan pemahaman yang
semakin kompleks.
Ekuilibrium adalah proses
dimana seorang individu mampu merespon peristiwa-peristiwa baru berdasarkan
skema yang sudah ada.
Disekuilibrium proses dimana
seorang individu tidak mampu merespon peristiwa-peristiwa baru berdasarkan
skema yang sudah ada, pada umumnya disertai ketidaknyamanan mental.
Skema adalah kelompok
tindakkan tau pikiran yang serupa dan terorganisasi, yang digunaka secara
berulang dalam rangka merespons lingkungan.
Contohnya:
seorang anak yang berusia 4 tahun yang diberikan pertanyaan dan dapat
menjawabnya. Dikatakan anak tersebut sedang mengalami kondisi ekuilibrium.
f.
Sebagai salah satu akibat dari perubahan kematangan diotak, anak-anak berpikir dengan cara-cara yang secara kualitatif berbeda pada usia
yang berbeda.
Piaget telah
berspekulasi bahwa otak memang berubah secara signifikan dan perubahan-perubahn
tersebut memungkinkan terjadinya proses-proses berpikir yang semakin kompleks.
Sebagaiman telah kita ketahui, faktanya otak memang terus berkembang sepanjang
masa kanak-kanak dan remaja, namun belum jelas apakah perubahan-perubahan
tersebut secara spesifik berkaitan dengan perubahan-perubahan kognitif yang
dijabarkan piaget.
5. Tahap-tahap Perkembangan Kognitif Piaget (Ellis,2008):
Seorang pakar terkemuka dalam
disiplin psikologi kognitif dan psikologi anak, Jean Pieget mengklasifikasikan
perkembangan kognnitif anak menjadi 4 tahap (Solso, 2007). antara lain,:
a. Tahapan Sensorimotor
Anak sejak lahir sampai usia sekitar
satu dan dua tahun memahami objek di sekitarnya melalui sensori dan aktivitas
motor atau gerakannya. Karena bulan-bulan pertama anak belum mampu bergerak
dalam ruangan, ia lebih mendapatkan pengalaman dari tubuh dan inderanya sendiri
dan aktivitas motorik untuk mengenal lingkungannya. Bayi memberikan reaksi atas
rangsang-rangsang yang diterimanya dalam bentuk refleks (misalnya refleks
mengenyot puting susu ibu, refleks menangis, dan lain-lain). Refleks-refleks
ini kemudian berkembang lagi menjadi gerakan-gerakan yang lebih canggih
misalnya berjalan, anak-anak belajar mengenali tangannya dengan menjabat tangan
dan menghisapnya, kemudian mereka belajar mengenali benda dengan mengikuti atau
menendangnya.
b. Tahap Praoperasional
Masa ini berlangsung antara (2-7
tahun). Proses berfikir anak berpusat pada penguasaan-penguasaan simbolik
(misalnya, kata-kata) yang mampu mengungkapkan pengalaman masa lalu. Anak mulai
menggunakan simbol-simbol untuk merepresentasi dunia (lingkungan) secara
kognitif. Simbol-simbol itu seperti : kata-kata dan bilangan yang dapat
menggantikan objek, peristiwa dan kegiatan (tingkah laku yang tampak). Hal lain
yang perlu diutarakan sehubungan dengan penggunaan skema kognitif anak yang
masih terbatas, itu ialah bahwa pengamatan dan pemahaman anak terhadap situasi
lingkungan yang ia tanggapi saat dipengaruhi oleh watak egosentrism. Maksudnya
anak tersebut belum bisa memahami pandangan orang lain yang berbeda dengan
pandangannya sendiri. Anak masih belum menerima pandangan orang lain.
c. Tahap Operasional Kongkrit
Masa ini berlangsung antara (7-11
tahun). Pada tahapan ini anak mulai mampu mengatasi masalah yang berkaitan
dengan conservasi perceptual contration dan egocentrism namun masih dalam
masalah yang bersifat kongkrit, belum yang bersifat abstrak.
d. Tahap Operasional Formal
Masa ini berlangsung (11 tahun dan
lebih). Dapat berfikir secara logis tentang masalah abstrak dan menguji
hipotesis secara sistematis.
Dari pendapat Piaget di atas dapat
penulis simpulkan, bahwa kognitif dari usia 0-2 tahun anak memahami objek
disekitarnya melalui sensori dan aktivitas motornya. Dan usia 2-7 tahun belajar
menggunakan bahasa, pemikiran masih egosentrism, masih mengalami kesulitan
dalam memandang dari sudut pandang orang lain. Dan usia 7-11 tahun dapat
berfikir dengan logis tentang objek dan peristiwa, serta usia 11 dan selebihnya
dapat berpikir secara logis dan abstrak.
Islam memberikan
kedudukan yang sangat tinggi berupa pikiran dan akal yang hanya dimiliki oleh
manusia, dan manusia adalah ciptaan Allah yang paling baik. Allah memerintahkan
manusia untuk menggunakan pikiran dan akalnya dengan sebaik-baiknya. Perkataan ini terdapat di Alquran surat An-Nahl ayat 11-12.
Artinya : “Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu
tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang
memikirkan.” (Qs. An-Nahl;16 : 11).
Artinya : “Dan Dia menundukkan malam dan siang,
matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu)
dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami-Nya.” (Qs. An-Nahl;16 : 12).
Kedua ayat
tersebut menegaskan kekuasaan Allah, memperjelas pada manusia bahwa
kenyataan-kenyataan empiris dalam alam ini seharusnya menjadi sarananya untuk
manusia memanfaatkan dan menggunakan fikir dan akalnya, sehingga terlatih daya
fikirnya, dan dengan demikian mampu membina ilmu pengetahuan. Ayat-ayat
Allah adalah kenyataan-kenyataan alami yang berlangsung menurut sunnahnya dan
ayat-ayat ini berfungsi dalam melatih dan mengembangkan kemampuan berfikir
manusia, dan lebih lanjut akan mampu mengembangkan teori dan ilmu pengetahuan.
7. Contoh Rencana Program
Pembelajaran pada perkembangan kognitif:
RENCANA PROGRAM
PEMBELAJARAN
(RPP)
SatuanPendidikan : MAN 11 JAKARTA
Mata
Pelajaran : FISIKA
Kelas : X.IPA-2
Umur : 16tahun
Tahapan : OPERASIONAL FORMAL
MateriPokok : USAHA
AlokasiWaktu : 3x2 JP
Tujuan :
1. Kognitif :
1.1.Siswa mampu
menunjukkan pada saat seperti apa Usaha=Gayaxperpindahan dapat dikatakan
sebagai Usaha.
1.2. Siswa mampu membuat grafik
hubungan antara gaya terhadap perpindahan.
2. Afektif :
2.1.Siswa mampu
menunjukkan contoh Usaha=GayaxPerpindahan dalam kehidupan sehari-hari.
2.2.siswa mampu
memodifikasikan grafik hubungan antara gaya terhadap perpindahan.
3. Psikomotorik
:
3.1.Siswa mampu
mempraktekkan contoh Usaha=GayaxPerpindahan dalam kehidupan sehari-hari.
Ellis, Jeanne O., Psikologi
Pendidikan. Jakarta : Erlangga, 2008
Anonim. Ayat-ayat
Al-Qur'an Tentang Akal dan Berfikir.,http://dinulislami.blogspot.com/2013/02/ayat-ayat-al-quran-tentang-akal-dan.html
. Diakses pada 18 April 2014.
Anonim. Faktor yang mempengaruhi
perkembangan kognitif.http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/self-publishing/2267897-faktor-yang-mempengaruhi-perkembangan-kognitif. Diakses pada 18 April 2014.